PEMANFAATAN SUNGAI SEBAGAI LAHAN BASAH DI BANJARMASIN TENGAH

 


Lahan basah atau wetland adalah wilayah dimana tanahnya jenuh dengan air yang bisa bersifat permanen atau musiman. Sedangkan menurut Konvensi Ramsar, pengertian lahan basah adalah: “Area rawa, lahan gambut atau air, baik alami atau buatan, permanen atau sementara, dengan air yang statis atau mengalir, segar, payau atau asin, termasuk area air laut dengan kedalaman saat surut tidak melebihi enam meter. Lahan basah memiki fungsi sebagai pencegah banjir , erosi, serta pencemaran dan di buat sebagai tempat objek wisata yang dapat membantu perekonomian warga.

Kalimantan Selatan merupakan daerah terkenal sebagai wilayah yang terdapat lahan basah. Berdasarkan Konvensi Ramsar (kesepakatan Internasional tahun 1971) lahan basah di Kalimantan Selatan meliputi lahan pasang surut, rawa lebak, lahan sawah irigasi, danau dangkal, dan sungai (Hadi 2013:8). Dengan demikian wilayah Kalimantan Selatan memiliki banyak wilayah lahan basah yang cukup luas. Salah satu pemanfaatan nya adalah Sungai yang banyak di temukan di Kalimantan Selatan.

 

1.     Pemanfaatan Sungai di Siring


Di Kalimantan Selatan, Sungai banyak dimanfaatkan oleh warga. Sungai disini sebagai lahan basah berperan penting dalam kehidupan terutama dalam membantu perekonomian warga. Disini Sungai dimanfaatkan sebagai objek wisata di Banjarmasin terutama di daerah siring Banjarmasin Tengah. Disini kita akan melihat  pasar yang mengapung diatas Sungai dengan menggunakan sampan atau di masyarakat banjar disebut dengan ‘jukung’ mereka menjajakan dan menawarkan aneka buah buahan dan sayur sayuran, dengan keunikan dan menjadi ciri khas ini lah yang mampu menarik para wisatawan baik lokal maupun manca negara. Selain itu di pinggiran siring Sungai nya pun banyak yang berjualan beranekaragam makanan serta minuman.

2. Pemanfaatan sungai di kampung biru 

Selain di siring, di wilayah Banjarmasin Tengah juga terdapat Sungai yang dimanfaatkan menjadi daya tarik tepatnya di kelurahan kampung melayu. Diantaranya adalah rumah di kelurahan disini di cat dengan warna  biru, sehingga disebut dengan kampung biru dengan pemandangan khas Sungai martapura yang biasanya juga dilalui oleh klatok. Para  wisatawan juga bisa melakukan susur Sungai dari Kawasan siring dan memilih destinasi wisata ke kampung biru. Selain itu juga ada yang berjualan di atas Sungai nya  menjadi daya tarik wisatawan, ada pula berbagai tempat kuliner di pinggiran Sungai yang menjual berbagai makanan terutama makanan khas banjar. 


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Menyalin dan Analisis Unsur Penyusun dan Simbol dalam Peta Provinsi Lampung

Curah hujan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2013 - 2017