Kondisi Lahan Basah di Banjarmasin Tengah

 


Lahan basah adalah wilayah di permukaan yang digenangi air baik permanen maupun musiman yang memiliki kandungan air yang tinggi. Di Banjarmasin Tengah pemanfaatan lahan basah adalah Sungai. Sungai memiliki banyak manfaat bagi warga sekitar, yang selain dijadikan sebagai tempat tinggal, dan Sungai dijadikan sebagai jalur transportasi dan perdagangan diatas Sungai serta dapat dijadikan sebagai objek wisata yang dapat membantu perekonomian warga.

Fatimah (warga teluk dalam) mengatakan dengan adanya lahan basah di wilayah teluk dalam, Banjarmasin Tengah memiliki potensi usaha dalam membantu perekonomian warga dengan cara berdagang di pinggiran Sungai tersebut. Kemudian di kelurahan melayu atau dikenal dengan kampung biru di Banjarmasin Tengah  salah satu warga bernama Nor Khasanah  mengatakan dengan dijadikannya kampung ini sebagai objek wisata dengan tepat di pinggiran Sungai dapat menambah perekonomiannya. Diatas permukaan air Sungai juga dijadikan sebagai tempat perdagangan seperti sayur sayuran dan buah buahan yang menjadi daya tarik sendiri atau yang disebut sebagai ‘pasar terapung’ sesuai namanya warga berjualan diatas sampan atau jukung oleh masyarakat banjar yang mengapung diatas air sungai. Ini juga yang menjadi bentuk kearifan lokal dan ciri khas di wilayah Banjarmasin Tengah.

Upaya yang dilakukan pemerintah dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan setempat adalah dengan disediakannya tempat pembuangan sampah didekat pinggiran Sungai yang biasanya diambil dari yang disediakan pemerintah. Untuk pengembangan potensi wilayah lahan basah, pemerintah mengupayakan dengan men cat pembatas pinggiran Sungai agar dapat menarik para wisatawan. Bentuk pola permukiman di wilayah Banjarmasin Tengah yaitu linear, mengikuti aluran Sungai dan jalan. Kekurangan yang ada di wilayah tersebut terutama sebagai daerah objek wisata yaitu kurangnya fasilitas,seperti tidak adanya kursi untuk tempat duduk, kurangnya tempat pembuangan sampah.

Menurut Fatimah dan nor khasanah aktivitas manusia atau permasalahan yang dapat merusak lingkungan sekitar adalah kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan ada juga yang membuang sampah di bantaran Sungai sehingga dapat mencemari lingkungan. Sedangkan hambatan dalam mengembagkan lingkungan di daerah adalah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan Sungai untuk mandi, mencuci, dan buang air besar di Sungai. Menjaga linkungan sangat lah penting terutama Sungai yang memberikan manfaat luar biasa, menurut mereka untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan memberikan kesadaran pada setiap warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, dan tidak lagi membangun rumah atau bangunan di bantaran Sungai yang dapat menyebabkan volume dan debit air berkurang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses Menyalin dan Analisis Unsur Penyusun dan Simbol dalam Peta Provinsi Lampung

Curah hujan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2013 - 2017

PEMANFAATAN SUNGAI SEBAGAI LAHAN BASAH DI BANJARMASIN TENGAH